PUPUK – Arti Penting dan Perhitungan Kebutuhannya

Ada pepatah kuno mengatakan : cabe dengan berbagai bentuk dan nama tetaplah pedas. Demikian juga halnya dengan pupuk, dalam berbagai macam merek dan sebutan, kandungannya tetap unsur hara makro atau mikro. Kita yang bergelut dalam bidang pertanian tentu mengenal banyak jenis nama pupuk yang beredar dipasaran. Meskipun jumlah dan jenisnya bermacam-macam, tidak akan membuat bingung jika bahan pembentuknya diketahui. Karena itu dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jenis dan jumlah unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara yang terkandung dalam pupuk tersebut. Selama ini juga mungkin kita pernah dikagetkan dengan munculnya rumor ‘beredarnya pupuk palsu’. Apakah anda percaya ada pupuk palsu….??? Dari mana anda tahu pupuk itu palsu…??? Bagaimana anda bisa punya kesimpulan pupuk itu palsu..??? Apakah sudah dilakukan pengujian di lapangan maupun di laboratorium ?? Melalui tulisan singkat ini mungkin bisa sedikit membantu anda selaku pengguna pupuk untuk mengetahui dan memahami pupuk, sehingga anda tidak keliru memvonis satu jenis pupuk itu palsu.

Gambar mekanisme pelepasan partikel pupuk (prill) yang melepaskan unsur hara perlahan-lahan (mekanis), dan bola yang diberi selaput berupa bahan kimia yang aman bagi tanah dan tanaman (mekanisme kimia) lalu melepaskan hara perlahan-lahan

Setiap kemasan pupuk dilengkapi dengan label yang menunjukkan jenis dan jumlah unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan. Karena itu sangat penting untuk mambaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya.

Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu juga diketahui cara aplikasi yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi, baik cara maupun takaran akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman tidak seperti yang kita harapkan, bahkan unsur hara yang dikandungnya tidak dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Pupuk, dalam arti luas mencakup semua bahan yang ditambahkan kedalam tanah untuk memberikan unsur tertentu yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Akan tetapi istilah pupuk biasanya dimaksudkan untuk pupuk yang dibuat oleh pabrik. Perlu juga difahami bahwasanya pupuk tidak mengandung hara tanaman dalam bentuk unsur seperti nitrogen, fosfor atau kalium, tetapi hara tersebut dalam bentuk senyawa yang dapat menyediakan bentuk ion hara yang dapat diserap oleh tanaman. Secara garis besar pupuk dapat dibedakan:

1. Berdasarkan asal : Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik
Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mengalami peruraian (dekomposisi) oleh mikroorganisme pengurai. Contohnya pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang lengkap tetapi umumnya dalam kondisi yang tidak tinggi.
Sedangkan pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara mencampur berbagai bahan kimia sehingga memiliki persentase kandungan hara tertentu yang tinggi. Contohnya : Urea SP 36, KCl , Grand-S 15 , Tanigro, Grand-K Kalimags dan lain-lain.

2. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya : Pupuk Tunggal dan Pupuk Majemuk
Pupuk tunggal mengandung satu jenis unsur hara saja yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Biasanya berupa unsur hara makro primer, walaupun memiliki senyawa pengiring. Contohnya Urea (45% N) SP36 (36% P2O5) dan KCl (60% K2O). Sementara pupuk majemuk mengandung lebih dari satu jenis unsur hara yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Contohnya Grand-S 15 (15% N, 15% P2O5, 15% K2O), TANIGRO (16% N, 20% P2O5, 0.17% MgO, 0.39% CaO), Kalimags (30% K2O, 10% MgO, 18% S) Grand-K (13% N, 46% K2O, + UH mikro). Penggunaan pupuk majemuk ini lebih praktis karena dengan satu kali aplikasi sudah dapat mensuplai beberapa jenis hara baik makro maupun mikro. Berdasrkan jenis hara yang dikandungnya ini, pupuk juga dapat dibedakan menjadi pupuk makro yang mengandung hara makro seperti Urea, TSP dan KCl, serta pupuk mikro yang mengandung hara mikro.

3. Menurut cara aplikasi : Pupuk Akar dan Pupuk Daun
Pupuk akar merupakan pupuk yang diaplikasikan melalui akar, dapat dalam bentuk butiran maupun kristal, contohnya : Urea, Tanigro, Grand-S 15, Kalimags, Grand-K dan lain-lain. Sementara pupuk daun adalah pupuk yang cara aplikasinya lewat daun melalui cara semprot dan dapat dicampur dengan pestisida, contohnya : Mamigro, Gardena, Fitomic dan lain-lain.

4. Berdasarkan cara melepaskan unsur hara : Fast Release dan Slow Release
Jika pupuk Fast Release ditaburkan ke tanah, dalam waktu singkat unsur hara yang dikandungnya dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Kelemahannya , ialah terlalu cepat habis bukan hanya diserap oleh tanaman, tetapi juga karena menguap dan tercuci oleh air. Contohnya : Urea, ZA dan KCl.

Pupuk Slow Release atau sering juga disebut pupuk lepas terkendali akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bagi tanaman dibandingkan dengan pupuk Fast Release . Contohnya Grand-K Prill, KaliMagS dan Tanigro. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandungnya dilindungi secara mekanis dan kimiawi. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan bahan kimia yang aman bagi tanah dan tanaman sehingga bahan pepuk tersebut lepas secara terkendali. Biasanya dari segi harga, jenis pupuk ini lebih mahal dibandingkan pupuk lain, namun kualitas merupakan jaminan.

Efektifitas pemupukan dipengaruhi oleh pemilihan jenis pupuk, pemakaian dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan cara penempatan pupuk.

Dalam pemberian pupuk perlu juga diperhatikan mobilitas (mudah tidaknya berpindah) Unsur Hara. Artinya kita harus mengetahui apakah jenis pupuk yang kita berikan termasuk mengandung unsur hara yang mudah berpindah, tercuci atau menguap.

Phosphor (P) hampir tidak bersifat mobil (mudah berpindah). Akibatnya pupuk P tetap berada di tempat semula (tidak jauh dari tempat pemberian pupuk), sehingga harus diberikan lebih banyak pada pupuk dasar dan usahakan dekat dengan area perakaran. Pemberian pupuk P sebaiknya dengan cara pembuatan tugalan atau larikan disamping tanaman, sebab jika dengan cara penebaran (ditaburkan saja) pemanfaatan pupuk P cenderung tidak efektif.

Pupuk Kalium dan Nitrogen cenderung mudah bergerak (mobil) dari tempat asal penebarannya. Pola pergerakannya vertikal ke bawah bersama air. Tidak disarankan memberikan pupuk Kalium dan Nitrogen secara sekaligus atau satu kali apliaksi, karena kemungkinan terjadinya penguapan atau pencucian sangat besar.

CONTOH PERHITUNGAN
Dari hasil analisa disatu jenis tanah diperoleh rekomendasi pemupukan dengan 250 gr N, 150 gr P2O5 dan 200 gr K2O per tanaman. Pupuk yang tersedia Urea (45% N) SP36 (36% P2O5) dan KCl (60% K2O).

Berdasarkan rekomendasi pemupukan diatas dan kenyataan ketersediaan pupuk di pasaran maka bobot pupuk yang diperlukan adalah :
Urea yang dibutuhkan 100/45 x 250 = 555,56 gr
SP36 yang dibutuhkan100/36 x 150 = 416,67 gr
KCl yang dibutuhkan:100/60 x 200 = 333,33 gr

Tahukah anda dari 100 kg Tanigro (16% N, 20% P2O5) dan 50 kg Kalimags (30% K2O, 10% MgO, 18% S) dapat memberikan unsur hara apa saja dan dan jumlah berapa ?

Berdasarkan keterangan diatas maka :
100 kg Tanigro setara dengan N = 16/100 x 100 kg = 16 kg
P2O5 = 20/100 x 100 kg = 20 kg

50 kg Kalimags setara dengan K2O = 30/100 x 50 kg = 15 kg
MgO = 10/100 x 50 kg = 5 kg
S = 18/100 x 50 kg = 9 kg

Melanjutkan pertanyaan no 2 diatas, 100 kg Tanigro dapat menggantikan pupuk Urea dan SP-36 sebanyak ?

100 kg Tanigro menghasilkan 16 kg N dan 20 kg P2O5 maka
Urea yang digantikan sebanyak = 100/45 x 16 kg N = 35,56 kg
SP-36 yang digantikan sebanyak = 100/36 x 20 kg P2O5 = 55,55 kg

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: