KOMODITAS KAKAO : POTRET DAN PELUANG PEMBIAYAAN

Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor yang mampu memberikan
kontribusi di dalam upaya peningkatan devisa Indonesia. Komoditas kakao menempati
peringkat ke tiga ekspor sektor perkebunan dalam menyumbang devisa negara, setelah
komoditas karet dan CPO. Pada 2006 ekspor kakao mencapai US$ 975 juta atau
meningkat 24,2% dibanding tahun sebelumnya.
Iklim dan kontur tanah Indonesia (terutama di Sulawesi dan Sumatera) sangat
sesuai untuk pengembangan tanaman kakao. Hal ini dibuktikan dengan luas lahan yang
terus meningkat dan produktivitas yang terus membaik. Harga komoditas ini juga terus
meningkat dan berada pada level yang tinggi yang menyebabkan banyak petani beralih ke
komoditas ini.
Dengan memperhatikan tinggi dan terus meningkatnya permintaan dunia
terhadap komoditas kakao, maka diperlukan berbagai upaya pengembangan. Dirjen
Perkebunan memproyeksikan biaya pengembangan kakao memerlukan sekitar Rp 16,72
triliun hingga tahun 2025, yang terbagi dalam 2 periode yaitu periode 2005-2010 serta
2010-2025, terdiri dari tiga tahap yakni rehabilitasi, peremajaan dan perluasan lahan.
Sementara untuk pengembangan agribisnis kakao tahun 2005-2010 saja dibutuhkan biaya
Rp 5,36 triliun yang melibatkan petani, pengusaha dan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: