Tertawan Di Pulau Derawan

Pulau DerawanBukan, judul di atas bukan untuk menakut-nakuti atau sebuah implikasi bahwa penduduk setempat adalah penculik. Namun, hati inilah yang tertawan dalam pesona bahari gugusan pulau di kawasan timur Borneo MI. Sulit sekali rasanya untuk meninggalkannya.

berlokasi 50 mil dari Tanjung Redeb, Ibukota Kabupaten Berau, diperlukan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai Kepulauan lautan Derawan dari Berau, dengan mengendarai perahu bermotor. Sementara Berau sendiri dapat dicapai dari Balikpapan dengan pesawat perintis, seperti Kal Star maupun DAS (Dirgantara Air Services). Pulau Derawan yang cantik di atas perairan biru jernih ini dikelilingi oleh pulau-pulau satelit lainnya, yaitu Pulau Samama, Pulau Sanglaki, Pulau Kakaban, Pulau Maratua dan Pulau Panjang. Semuanya menawan hati!

Awalnya, sebuah yayasan asing, yaitu The Nature Conservancy, menyadari potensi bahari gugusan kepulauan ini, lalu berinisiatif untuk mengembangkan potensi tersebut dengan mendirikan Marine Research Station di Pulau Derawan. Sejak itulah, para peneliti lainnya turut berdatangan dan tak hanya terkesima dengan penemuan-penemuan ilmiah di perairan ini, namun juga alas keindahan panorama yang tersaji, baik di bawah maupun di alas permukaan Taut. Dan mulailah mereka menyebarkan kisah indah dari Kepulauan Derawan yang akhirnya menyebabkan arus wisatawan, terutama wisatawan asing dan para penyelam dunia, berdatangan memecah kesunyian yang biasanya menyelimuti gugusan pulau-pulau ini.

Dari enam pulau utama di kepulauan ini, hanya Pulau Derawan dan Pulau Maratua yang didiami penduduk dari Suku Bajau, Banjar dan Kutai Dayak. Hal ini disebabkan oleh sumber air tawar yang hanya ditemukan di kedua pulau ini, yang kemudian menyebabkan berkembangnya sektor pariwisata di sini, terutama di Pulau Derawan yang kini telah memiliki sebuah resor eksklusif, yaitu Derawan Dive Resort, yang juga sangat aktif membantu pemerintah dalam melaksanakan program-program perlindungan dan pelestarian alam.

Memang, ekosistem di pulau-pulau ini sempat rusak parah dan berantakan akibat penebangan liar, penangkapan penyu dan sebagainya. Karenanya, program-program yang diselenggarakan oleh Derawan Dive Resort mendapat sambutan yang sangat baik dan acungan jempol dari berbagai pihak.
a

a

Selain pariwisata dan pemanfaatan sumber daya hayati yang berkembang pesat, Kepulauan Derawan dengan cepat menjadi favorit para penyelam kaliber internasional, karena keberadaan terumbu karangnya yang spektakuler, dengan gua-gua bawah lautnya yang tersebar di perairan ini. Tidak kurang dari 17 titik penyelaman yang dapat Anda pilih di sekitar kepulauan ini, masing-masing memiliki keunikan serta pesona yang berbeda, sehingga mustahil melakukan penyelaman di satu atau dua titik saja, tanpa berkeinginan untuk kembali merambah titik-titik lainnya.

Pulau Samama misalnya, memiliki dasar laut yang hampir seluruhnya (70%) tertutup terumbu karang. Kuda laut kerdil (pygmy seahorses) juga mudah ditemui di sini. Sedangkan penyelaman di Pulau Sangalaki akan menyajikan pemandangan ikan-ikan tropis warna-warni, terumbu keras dan lunak, eagle rays, sting rays, penyu hijau raksasa, hiu leopard, cuttlefish dan banyak lagi, sehingga perairan ini berhasil mendapatkan status sebagai Taman Laut.

Lain lagi dengan Pulau Kakaban yang termasuk salah satu pulau terunik di dunia. Proses geologi yang terjadi di kawasan ini pada masa transgresi Holocene, sekitar tahun 19.000 BC, membentuk sebuah pulau yang memiliki danau air asin (saltwater lake) seluas 5 km’, di tengahnya. Danau ini mengandung jutaan ubur-ubur yang tidak menyengat (stingless jellyfish), spesies Cassiopeia, ikan goby, cacing Taut, anemon dan juga crustacean. Dive sites sekitar Pulau Kakaban tak ayal menghadirkan kehidupan satwa laut yang amat menarik. Saat ini, Pulau Kakaban kabarnya sedang menunggu penganugrahan predikat World Heritage Site. Kita sama-lama doakan!

Sementara Pulau Maratua unofficially dijuluki `the big fish country’ (negeri ikan-ikan besar) oleh para pengunjung. Pulau ini memang kaya dengan satwa Laut bertubuh besar, mulai dari barracuda, ikan tuna dan mackerel, hiu ‘berkepala palu’ (hammerhead shark), serta 8 spesies ikan paus, yakni sperm whale, melonheaded whale, pilot whale, spinner dolphin, Atlantic bottlenose dolphin, common bottlenose dolphin, dwarf sperm whale dan spotted dolphin.

Bagi yang belum pandai menyelam, snorkeling memang tak kalah mengasyikkan. Tapi jika ada waktu, tak ada salahnya untuk mengambil kursus diving singkat yang disediakan oleh Derawan Dive Resort. Karena tentunya jauh lebih seru dan lebih puas jika Anda bisa melihat kehidupan di kedalaman lautan, ketimbang hanya satwa yang memang sering muncul ke permukaan saja.

Penyu

Tak hanya kehidupan bawah laut yang bisa diamati di sini. Pulau Samama merupakan sanctuary penting bagi beragam burung liar, dengan Was habitat sekitar 220 hektar. Sedangkan Pulau Sanglaki paling ideal untuk mengamati 15 – 25 penyu hijau berukuran besar yang datang ke pantai pulau kecil yang indah ini, untuk bertelur. Pemandangan menakjubkan ini terjadi setiap malam, sepanjang tahun! Jadi tak perlu khawatir kehilangan ‘momen’. Penyu-penyu ini biasanya memakan waktu sekitar 30 menit untuk bertelur, kemudian segera kembali ke laut. Jika beruntung, Anda bahkan bisa melihat beberapa bayi penyu hijau menetas. Aktifitas ini kini dimonitor ketat oleh The Turtle Foundation, demi konservasi penyu hijau.

TAMASYA juga menghimbau para pembaca untuk turut melestarikan penyu, dengan cara tidak membeli, apalagi memakan, segala sesuatu yang berbahan dasar dari penyu-penyu lucu ini. Tahukah Anda, penyu meneteskan air mata pada saat ia disembelih ataupun kala ia menyadari telur-telurnya telah hilang dicuri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: